Tampilkan postingan dengan label Video Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

Dari Pisang Ijo, menjadi Pengusaha

Jasmine memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.

Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.
Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.

”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.

Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.

Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.

Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.

Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.

Penghasilan tak terbatas

Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.

Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.

Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.

Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.

Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.

”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.

Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.

Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.

Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya.


Source : inilahpengusaha.blogspot.co.id

Senin, 14 November 2016

Belajar Menjadi Wirausahawan yang Baik

 
Banyak orang yang memilih menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) dengan alasan tersendiri. Ada yang ingin mengembangkan minat di bidang bisnis, ada yang ingin memiliki waktu fleksibel dan ada pula orang yang menjadi wirausahawan karena meneruskan bisnis orang tua. Apapun alasannya, menjadi wirausahawan merupakan sebuah profesi yang memerlukan banyak pembelajaran hidup. Tak ada orang yang langsung terlahir dengan jiwa wirausahawan. Semua kesuksesan tersebut berasal dari proses pembelajaran dan kesungguhan hati.
Menurut definisi yang dijelaskan oleh KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), wirausahawan adalah orang yang berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Apapun background pendidikannya, seorang wirausahawan harus mampu menginspirasi dirinya sendiri untuk senantiasa melakukan kreasi dan inovasi.Untuk membentuk pribadi wirausahawan yang baik, ada beberapa hal yang perlu dipelajari dan dipahami oleh seorang calon pengusaha, hal-hal tersebut yaitu:

1. Fokus dengan Tujuan Anda

Jangan terlalu terburu-buru untuk mulai berbisnis di berbagai bidang. Pilihlah salah satu bidang yang paling anda kuasai untuk mulai memaksimalkan potensi dan bakat anda. Fokuslah dengan inovasi produk yang akan merebut perhatian calon pelanggan. Setelah bisnis anda mulai terbentuk, anda dapat mulai berfokus pada pengembangan level bisnis yang tentunya diiringi dengan inovasi tanpa henti.

2. Bekerja dengan Disiplin

Poin yang satu ini mungkin terdengar klise dan membosankan, tapi tentunya sangat penting untuk dipahami. Bagaimana anda bisa mulai memimpin pekerja-pekerja anda bila terhadap diri sendiri saja anda bersikap lengah dan santai. Mulailah disiplin dari hal-hal kecil, misalnya menetapkan jam masuk bagi para karyawan anda serta mulai membuat peraturan mengenai tata tertib selama melayani para pelanggan.

3. Pelajari Sistem Bisnis Anda secara Keseluruhan

Karena anda adalah sang pemiliki bisnis yang membentuk sistem dan bertanggung jawab atas keseluruhan proses bisnis, hendaknya anda dapat memahami keseluruhan sistem bisnis yang anda buat. Jangan pernah bergantung pada karyawan dalam berbagai hal.Sehingga sekali pun karyawan anda memutuskan untuk resign secara mendadak, anda tak akan kerepotan untuk mengurus sistem bisnis yang menjadi tugas karyawan tersebut.

4. Bersikap dengan Bijak dan Persuasif

Anda mungkin saja merupakan pribadi introvert yang tidak terlalu suka beramah tamah dengan orang lain. Namun hal tersebut harus anda kesampingkan ketika anda berniat untuk merintis sebuah bisnis. Mulailah belajar menempatkan diri untuk berbaur dengan orang lain. Sikap humble dan terbuka anda mampu membuat orang lain tertarik dengan bisnis yang anda bangun. Jadi, ada saatnya anda dapat menjadi diri sendiri dan ada saatnya anda harus mampu mengeluarkan kemampuan komunikasi secara persuasif

5. Jalinlah Relasi yang Baik dengan Orang Lain

Sebagai mahkluk sosial, kita tak akan pernah tahu kapan kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Maka, jangan pernah menyepelekan hubungan sosial dengan orang lain. Jalinlah relasi yang baik dan komunikatif dengan semua orang, dari semua kalangan sosial dan semua kalangan umur. Karena anda tak akan pernah tahu dari mana rezeki akan datang.

6. Bersenang-senang? Sebaiknya ditunda Dulu

Bukannya anda tak boleh bersenang-senang ketika bisnis yang anda rintis mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Namun kesenangan tersebut patut diimbangi dengan upaya mempertahankan dan menaikkan level bisnis. Jangan sampai anda berubah menjadi seorang yang hedonis dan cepat puas atas posisi yang telah dicapai.
Namun selian itu, makna penundaan bukan berarti kit harus selalu terkungkung dengan aturan yang membuat dirinya malah tidak nyaman menjalani bisnis nantinya. Tetap harus ada perimbangan yang baik antara waktu yang digunakan untuk mengejar karir wirausaha dengan waktu menenangkan hati untuk jalan hidup anda berjalan lebih baik.

7. Ingatlah bahwa Setiap Bisnis Pasti ada Resikonya

Wirausahawan merupakan orang-orang yang realistis dan mampu menanggung risiko bisnis. Jadi, jangan terbuai dengan kesuksesan yang telah anda capai di bidang bisnis. Kelalaian anda dapat memicu munculnya kesalahan-kesalahan yang menimbulkan risiko besar.Buatlah manajemen risiko sebagai bentuk antisipasi terhadap permasalahan yang dapat muncul.  Bahkan beberapa miliader dunia yang bergerak dari seorang wirausaha kecil menilai managemen resiko tak jauh beda dengan bergerak melawan diri kita sendiri dan itu bukan hal yang mudah.
Nah, menjadi seorang wirausahawan tampaknya sangat menyenangkan. Bisa memimpin banyak orang, memiliki kecukupan materi, dan memiliki waktu yang fleksibel. Namun ternyata menjadi wirausahawan tidaklah semudah yang dibayangkan. Bahkan kelalaian kecil dapat memicu munculnya permasalahan yang lebih besar. Sebelum memutuskan untuk mulai berwirausaha, buatlah perencanaan yang matang dan mintalah dukungan dari orang-orang terdekat. Dukungan moril dapat menjadi salah satu sumber kekuatan terbesar yang memotivasi seorang wirausahawan.



Source : maxmanroe.com

 

© 2013 Entrepreneurship Doel. All rights resevered. Designed by Templateism | Blogger Templates

Back To Top